Cita dan Cinta di Negeri Oranje

Prolog:

Buka-buka file lawas ketemu tulisan ini. Belum out of date nih,, kan buku ini lagi cetak ulang..

negeri-van-oranje-2

Judul buku     : Negeri Van Oranje
Penulis            : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana
Penerbit         : Bentang Pustaka
Tahun terbit  : Juni, 2009 (cetakan ketiga)
Tebal buku    : 477 halaman
Resensator    : Ulviyatun Ni’mah

Ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri dengan bayangan hidup enak dan beasiswa melimpah? Eits.., tunggu dulu. Ada baiknya anda perlu membaca buku yang ditulis oleh Wahyuningrat dan kawan-kawan ini. Novel inspiratif yang bersetting di negara kompeni alias Belanda ini bercerita tentang perjuangan lima anak manusia yang terlahir di Indonesia dan bersekolah di Belanda untuk menempuh pendidikan master. Lika-liku hidup yang mereka alami di sana bisa jadi menciutkan nyali sekolah di luar negeri dan membuyarkan bayangan indah tentang hidup enak di negeri orang. Bayangkan jika harus menggenjot sepeda berkilo-kilo meter bolak-balik kampus setiap hari, kurang tidur karena harus begadang menyelesaikan paper, dan bekerja part time karena kurang dana untuk menopang hidup. Tak hanya itu, perjuangan dan kisah susah mereka juga diselingi dengan kisah seru dan menyentuh emosi antara kelima tokoh dalam novel ini yang kemudian mengantarkan mereka ke dalam romantika. Ya! Perjuangan mereka tak hanya untuk meraih gelar S2, tapi juga perjuangan tentang cinta.

Badai yang menahan Lintang, Wicak, Banjar,Daus, dan Geri di stasiun Amersfort adalah awal dari kisah persahabatan mereka berlima, hingga kemudian tercetuslah nama Aagaban menjadi identitas gank mereka (hal. 6). Cerita-cerita tentang mereka pun bergulir kemudian, kisah cinta Lintang dengan seorang bule Belanda, perjuangan Banjar untuk mencari pekerjaan paruh waktu mulai dari tukang kebersihan sekolah sampai jadi koki di restoran khas masakan Indonesia di Belanda, kisah Daus yang terus dibayang-bayangi arwah engkongnya ketika ingin mencicipi bir, tak ketinggalan juga cerita tentang persahabatan aagaban yang semuanya dikemas dengan bahasa yang segar dan menyenangkan oleh para penulisnya. Plot atau arah cerita yang kadang maju-kadang mundur membuat novel ini menjadi tidak membosankan, bahkan, beberapa kali pembaca dibuat penasaran dengan kejadian yang sebenarnya terjadi karena jawaban atas kejadian itu ada di bagian selanjutnya. Sebagai contoh, ketika salah seorang dari mereka mempunyai rahasia besar yang sengaja disembunyikan dari yang lain, dan pada akhirnya rahasia itu terbongkar ketika di bagian menjelang akhir dari novel ini (hal. 382).

Membaca novel ini pembaca tidak hanya disuguhkan kisah semata, tapi rasa nasionalisme pun diuji. Ketika pendidikan yang mereka tempuh hampir selesai, pilihan untuk tetap hidup di luar negeri atau kembali pulang ke Indonesia untuk mengamalkan ilmu menjadi pilihan yang sulit. Di dalam novel bersampul warna orange ini pun juga disisipkan tips-tips untuk hidup waras di negeri kanal, mulai dari tips merokok di negeri Belanda sampai tips perjalanan keliling Eropa ala backpacker.
Tapi bagi pembaca yang cenderung menyukai bahasa bergaya sastra, lebih disarankan mempunyai pertimbangan yang matang untuk benar-benar menjatuhkan pilihan pada novel ini. Karena pemilihan bahasa yang yang dipakai penulisnya adalah bahasa-bahasa ringan yang tidak mengharuskan pembaca berpikir dua kali untuk mencerna maksud di dalamnya.
Lepas dari itu, kiranya novel ini memang pantas menjadi bacaan bagi mereka yang menginginkan hiburan, inpirasi, dan sedikit wawasan tentang Belanda. Tak heran jika novel ini mendapat label best seller dan tercantum pula endorsment menarik dari para penulis ternama, sebut saja Andrea Hirata dan Raditya Dika, penulis buku Kambing Jantan. Selamat membaca!

Desember, 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s