Pecel Punten, Yang Khas Tulungagung

Bosan dengan menu sarapan yang itu-itu saja? Jika kebetulan Anda ke Tulungagung, cobalah sarapan dengan pecel punten atau sompil. Dengan rasanya yang khas Tulungagungan, dijamin ngangeni.

Pecel punten
Pecel punten

Melewatkan pagi di Tulungagung, belum lengkap rasanya kalau tidak mencicipi kuliner ini. Pecel punten yang terbuat dari nasi yang dipadatkan dan sompil yang berbahan dasar lontong dan disiram sayur lodeh menjadi menu khas sarapan masyarakat di daerah penghasil marmer terbesar ini.

“Dari dulu orang sini kalau sarapan sama punten atau sompil. Biasanya juga ditambah gablog (jajanan yang terbuat dari ketela pohon yang dihaluskan dan dipadatkan, lalu digoreng, red),” ujar Imro’ dan Sayyid, warga asli Tulungagung.

Selain untuk sarapan, pecel punten juga lazim digunakan sebagai menu makanan ketika ada acara semacam kenduri atau sebagai menu pelengkap ketika resepsi pernikahan. Sekilas pecel punten memang mirip dengan nasi pecel biasa. Sambal pecel dan sayurannya juga relatif sama. Tapi biasanya, ada sayuran yang khas dipakai untuk punten, yaitu bunga turi. Istimewanya lagi, makanan ini tidak menggunakan nasi, melainkan punten.

Konon, dahulu pecel punten dibuat untuk bekal para petani atau pencari kayu yang akan bepergian ke sawah atau mencari kayu di hutan. Nasinya yang gurih dan dipadatkan lebih praktis untuk dibawa serta mengenyangkan. Rasa gurih khas punten serta sayur dan sambalnya semakin menambah selera makan.

Punten adalah nasi yang dimasak ala nasi uduk dengan bumbu santan, daun salam dan garam. Setelah masak dan tanak, dalam keadaan masih panas, nasi itu ditempatkan di lumpang, kemudian dipukul-pukul dengan alu atau bonggol batang pisang (jawa: gedebog) hingga lengket dan kalis menyerupai jadah. Berikutnya dicetak sebesar panci. Setelah dingin, baru dipotong kotak-kotak. Rasanya akan lebih mak nyus bila disajikan bersama sayur, lauk, sambal pecel dan krupuk atau rempeyek.

Selain beberapa bahan punten yang berbeda dengan pecel biasa, rasa pecel punten juga berbeda khususnya pada puntennya. Punten terasa gurih karena campuran santan, sedangkan sambalnya juga lebih pedas sebagai ciri khas masakan Tulungagung yang mayoritas serba pedas.

Sedangkan sompil adalah lontong yang diiris dan dicampur sayur lodeh. Fungsi sompil memang sama seperti lontong dan ketupat. Bedanya, sompil tidak dikombinasikan bersama opor ayam, melainkan dengan sayur lodeh dan taburan bubuk kedelai yang telah disangrai dan diberi bumbu bawang putih dan daun jeruk semakin menambah ciri khas masakan ini.

sompil
sompil

Sayur lodeh yang digunakan juga bukan sembarang sayur lodeh. Sayur lodeh yang ini dibuat dari buah pepaya muda, tahu dan lotho yang dimasak pedas. Agar kuahnya tidak terlalu banyak, sayur lodeh yang dihidangkan bersama sompil bukanlah yang baru dimasak, melainkan sayur yang dimasak kemarin dan dihangatkan. Agar lebih top markotop, biasanya sompil juga dihidangkan bersama sayur urap-urap yang pedas dan kerupuk ikan.

Untuk menyantap makanan lezat ini, Anda bisa mendapatkannya di warung-warung yang tersebar di hampir seluruh penjuru Tulungagung. Harganya dijamin murah meriah dan tidak bikin kantong kempes. Dengan Rp 5000 Anda sudah bisa mencicipi makanan ini. Bahkan Anda juga bisa mendapat harga lebih murah bila membeli di ethek (tukang sayur keliling). Tapi disarankan jangan terlalu siang ketika membeli, karena kemungkinan besar kehabisan. Mengingat cara pembuatannya yang relatif mudah, peminat juga bisa membuatnya sendiri di rumah untuk dinikmati bersama seluruh keluarga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s