Warung Pak Cip, Jujugan Para Menteri

Banyak warung makan yang menyediakan menu ikan laut bakar dan sambal yang lezat. Namun, keistimewaan warung makan satu ini tidak tertandingi. Bumbu ikan dan sambal mentahan yang dihidangkan terbukti menggaet lidah para penggemarnya. Banyak pejabat dan menteri yang mampir ke warung yang ada di kawasan Paiton, Probolinggo ini.

Kalau Anda sedang bepergian ke Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi atau daerah sekitarnya, kurang lengkap jika tidak mampir ke warung makan yang satu ini. Warung Pak Cip, begitu biasanya warung ini dikenal. Citarasa yang disediakan di tempat makan yang dirintis Pak Cip (H Moh Jamaluddin) dan isterinya sejak tahun 1992 ini telah terkenal sampai di luar Probolinggo.

Sekilas, warung makan ini terlihat sederhana, desain interiornya pun tampak ditata apa adanya. Secara keseluruhan, tempat makan didesain semi-outdoor, beberapa meja panjang dan kursi ditata sedemikian rupa, lalu di samping kiri dan kanan terlihat tempat makan bagi pengunjung yang memilih duduk lesehan.

penampakan warung AC alam Pak Cip :D
penampakan warung AC alam Pak Cip 😀

Ketika berkunjung pada 5 Juni 2013 lalu, tampak beberapa foto lama yang dipajang di dinding. Saya yang baru pertama kali mampir ke sini takjub. Dari foto-foto tersebut, tampak Pak Cip, sang pemilik warung berfoto bersama para pejabat, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Kab. Probolinggo dan Kapolres Probolinggo.

“Dulu waktu di atas (lahan yang sekarang dibangun PLTU Paiton), banyak menteri-menteri yang mampir,” tutur Bu Cip, isteri Pak Cip dengan logat khas Madura. Untuk diajak ngobrol, Pak Cip memang cenderung diam, karena itu ia mempersilahkan saya berbincang dengan isterinya.

Ini Pak Cip. Pemilik warung yang tidak segan ikut melayani pengunjung.
Ini Pak Cip. Pemilik warung yang tidak segan ikut melayani pengunjung.

Warung makan Pak Cip memang dulu berada di dekat area PLTU Paiton, namun sejak 2008, Pak Cip memboyong warung makannya di lahan yang berjarak tak sampai 1 km dari PLTU ke arah barat. Atau letaknya di sisi kanan jalan dari arah Probolinggo.

Ketika baru datang, Anda akan dipersilahkan memilih sendiri ikan yang akan dibakar atau digoreng. Kakap, dorang, kerapu, baronang, udang dan beberapa jenis ikan lainnya. Tak usah khawatir ikannya tidak segar, ikan yang disediakan di tempat makan ini diambil langsung dari TPI (tempat pelelangan ikan) Paiton dan beberapa tempat di sekitarnya.

Ikan-ikan segar yang bisa dipilih untuk santapan kita
Ikan-ikan segar yang bisa dipilih untuk santapan kita

Setelah itu, tunggu hingga ikannya matang dan disajikan. Agar tidak menunggu terlalu lama, ada baiknya Anda memesan terlebih dulu di nomor telepon yang disediakan.

Harga yang dipatok di warung makan ini pun relatif terjangkau. Mulai Rp 15 ribu hingga Rp 150 ribu, bergantung dari jenis ikan dan ukurannya. Karena itu, warung yang menamakan dirinya sebagai warung ‘AC Alam’ ini laris manis diserbu pelanggan, apalagi ketika liburan tiba. “Kalau ada yang kurang nasi atau sambal, silakan minta, tidak bayar lagi. Kecuali kalau dibungkus, dibawa pulang,” kata Bu Cip.

Dengan dibantu anak pertama dan dua hingga tiga orang kerabatnya, pasangan suami istri Pak Cip dan Bu Cip, melayani sendiri para pelanggan. “Kalau biasanya yang punya warung hanya pegang uang, di sini tidak. Semuanya dikerjakan, saya tadi baru saja cuci piring,” ujar Bu Cip sambil mengoleskan bumbu di ikan yang ia bakar.

Yiiihaaa...Bu Cip sedang beraksi
Yiiihaaa…Bu Cip sedang beraksi

Ketika ditanya tentang apa yang disukai pelanggan dari masakannya, Bu Cip berpikir sejenak. “Ya mungkin karena ikannya segar, dan sambalnya, enggak tahu kok kata orang-orang sambalnya enak,” ujar perempuan 60 tahun itu sambil tertawa.

Ibu dua anak ini mengaku belajar membuat sambal ketika menjadi transmigran di Sumatera selama 10 tahun. Banyaknya orang dari berbagai daerah membuatnya belajar masakan mereka. Setelah dia kembali ke Probolinggo, ia bersama suami mencoba mendirikan warung makan.

Dia mengatakan tidak punya resep rahasia agar sambal buatannya disukai pelanggan. Bahkan, Bu Cip juga tak segan membagi resepnya pada orang yang meminta tanpa takut ditiru.

Hingga kini, banyak orang yang membuka warung makan berdasarkan resep yang diberikannya. “Rejeki orang itu ‘kan sendiri-sendiri. Kalau masih rejeki saya ya pasti tetap (rejeki saya),” ujar Bu Cip bijak.

This is it! Ikan bakar khas warung Pak Cip siap dihidangkan. ;)
This is it! Ikan bakar khas warung Pak Cip siap dihidangkan. 😉
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s