Belajar Parenting dari Kisah Inspiratif

Pada tiga bulan pertama belajar di sekolah dasar, Thomas Alfa Edison di-drop out dari sekolah karena gurunya menganggap gagal belajar. Namun ironisnya, Thomas berhasil menjadi ilmuwan terkemuka dengan lebih dari 1000 penemuan yang dipatenkan.

Cover buku dengan gambar anak yang lucu
Cover buku dengan gambar anak yang lucu

Tahukah Anda siapa yang berperan dalam kesuksesan Thomas? Dialah Nancy Alliot, ibu kandung Thomas Alfa Edison. Dia bukan pakar psikologi atau pendidikan, melainkan ibu rumah tangga biasa yang konon juga single parent. Ia selalu memberi motivasi kepada anaknya terus belajar. Bahkan, setiap kali anaknya menemui kesulitan, dirinya selalu berkata, ”Thomas, kamu anak hebat. Ibu percaya itu!” Hasilnya, Thomas yang dianggap gurunya sebagai murid bodoh, ternyata bisa menjadi ilmuwan besar yang dikenal hingga kini.

Itulah salah satu kisah yang ditulis Ayah Edy yang berprofesi sebagai praktisi pendidikan, konsultan parenting sekaligus penggagas gerakan Indonesia Strong from Home ini. Masih ada 58 tulisan lain dalam buku yang pertama kali dicetak pada 2009 dengan penerbit yang berbeda. Tulisan-tulisan tersebut terbagi menjadi dua kategori, pengasuhan dan pendidikan.

Dalam pengantarnya, Ayah Edymengajak pembaca khususnya orangtua dan pendidik menganalisis permasalahan yang terjadi di Indonesia. Dalam sejarah tercatat, dahulu orang Malaysia, Vietnam, dan Thailand banyak yang bersekolah dan belajar pertanian di Indonesia. Namun, kini negara-negara tersebut cenderung lebih maju daripada Indonesia.

Dengan meminjam teori Thomas Lickona, Ayah Edy memberi jawaban penyebab ketertinggalan Indonesia. Yang pada intinya, semua bermuara pada cara mendidik dan sistem pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Dalam kisah dan tulisan yang ditulis dalam buku ini, tak jarang Ayah Edy memberi kritik konstruktif mengenai pola asuh orangtua serta sistem pembelajaran yang diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia.

Sebagai contoh, ketika anak-anak bertindak nakal dan sulit diatur, maka orangtua cenderung memarahi dan menyalahkan anaknya. Menurut Ayah Edy, untuk mengubah perilaku anak, menyalahkan dan memarahi anak bukanlah solusi. Orangtua harus berusaha lebih keras lagi, salah satunya adalah mengevaluasi perilaku orangtua. Karena dalam Psikologi Pendidikan, 70 persen perilaku anak merupakan cerminan dari perilaku orangtua.

Dengan bahasa mengalir dan santun, tulisan-tulisan dalam buku setebal 290 halaman ini mudah dipahami. Alih-alih menggurui, Ayah Edy berusaha mengarahkan dan mengajak para pembaca memetik hikmah yang terkandung dalam kumpulan kisah yang disampaikan.

Dalam dunia pendidikan, nama Ayah Edy sudah tidak asing lagi. Mempunyai latar belakang pendidikan ekonomi, akuntansi dan komunikasi, ayah dua anak itu memilih dunia pendidikan untuk digeluti. Sejak 2006, dia mengasuh program Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga (Indonesia Strong from Home) di salah satu radio. Halaman penggemar (fanpage) Ayah Edi di facebook pun disukai ratusan ribu pengguna media sosial. Selain buku ‘Ayah Edy Punya Cerita’, Ayah Edy menulis beberapa buku, di antaranya buku ‘Ayah Edy Menjawab’ yang juga diterbitkan Noura Books.

DATA BUKU:

Judul         : Ayah Edi Punya Cerita
Penulis      : Ayah Edi
Penerbit    : Noura Books
Cetakan    : Cetakan I, September 2013, Cetakan VII, Oktober 2014
Tebal         : 290 halaman
Peresensi  : Ulviyatun Ni’mah

*Resensi ini telah diterbitkan dalam Majalah Wanita Puspa, edisi 48, Januari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s