Menulis dan Memajang Keinginan

Rencana liburan tahun baru sudah di tangan, namun, sudahkah kita merencanakan kehidupan di tahun yang baru?

Make it happen! (taken from google images)
Make it happen!
(taken from google images)

Tahun baru jamak dijadikan orang sebagai momentum evaluasi dan instrospeksi diri. Sebagai salah satu ukuran waktu, tak bisa dipungkiri ‘tahun’ juga menjadi ukuran dan jangka waktu pencapaian seseorang. Berubah lebih baik memang tidak harus menunggu tahun baru. Simak saja, akan banyak tanda pagar “New Year Wishes” atau semacamnya yang akan menghiasi media sosial kita. Dan hampir bisa dipastikan, kita memohon kehidupan yang lebih baik di tahun yang akan kita lalui.

Tapi pernahkah kita menyadari apa yang benar-benar kita mau? Alih-alih memahami, kata ‘lebih baik’ seringkali menjadi pilihan kata yang tepat bagi kita yang tidak tahu apa keinginan dan cita-cita kita. Maka di momen tahun baru ini, marilah kita sejenak menarik diri dari hiruk pikuk pesta kembang api, hingar bingar konser musik, dan bentuk euforia lain penyambutan tahun baru dengan menanyakan pada diri kita masing-masing. Apa yang sebenarnya kita inginkan?
Tentukan, Fokus, Lakukan!

Menumpang sebuah angkot, Julita Joylita pergi ke sebuah showroom mobil mewah di daerah Surabaya. Dengan mantap, ia memilih sebuah ferrari dan menjajalnya. Memiliki mobil seharga miliaran rupiah itu adalah mimpi Julita. Saat itu memang dia tak punya cukup uang atau penghasilan melimpah untuk membeli mobil itu, namun ternyata, bertahun-tahun kemudian, sebuah ferrari merah berhasil menghuni garasi Julita yang juga perajin handicraft berbahan eceng gondok tersebut.

“Saya selalu memajang gambar mimpi-mimpi saya, termasuk gambar ferrari,” kata Julita membuka resep rahasianya.

Seandainya waktu itu Julita tak fokus pada mimpinya, mungkin dia tidak akan menjadi perajin eceng gondok yang dikenal hingga luar negeri dan tak pernah punya ferrari. Memajang gambar keinginan membantu Julita memvisualisasikan mimpi yang berhasil menjadi ‘doping’ semangatnya untuk sukses.

Dengan memvisualisasikan keinginan kita, berarti kita telah memberi sugesti kepada diri kita. Ketika segenap diri kita berupaya melakukan sesuatu, percayalah, semesta akan mendukung. Dan voila! Mimpi kita pun menjadi nyata. Julita hanya salah satu contoh orang sukses yang saya temui. Ada banyak orang lain yang sukses karena fokus pada mimpinya dan percaya mimpinya akan terwujud.

Di samping memvisualisasikan mimpi atau keinginan dalam bentuk gambar, tuliskan mimpi-mimpi kita. Tulis menggunakan tangan, bukan dengan ketikan.

Saya pernah punya pengalaman menarik mengenai hal ini. Beberapa waktu lalu saya menemukan buku jurnal harian sewaktu kuliah beberapa tahun lalu. Ada tulisan tentang keinginan saya yang kira-kira saya tulis tiga tahun lalu. Waktu itu saya menulis ingin menjadi wartawan atau penulis. Dan ternyata, sekarang tulisan tersebut menjadi kenyataan. Saya berhasil menjadi wartawan yang pernah mendapatkan penghargaan lomba menulis dari gubernur. Prestasi yang tidak besar memang, tapi cukup membanggakan untuk wartawan pemula seperti saya.

Beberapa tahun lalu, saya membuat perencanaan mimpi-mimpi saya dalam beberapa tahun ke depan, dan mengaktualisasikannya dalam bentuk gambar-gambar. Selang beberapa waktu, mimpi pertama saya dalam perencanaan itu terwujud ; mimpi untuk memiliki sebuah sepeda motor. Seiring berjalannya waktu, satu persatu mimpi-mimpi saya yang saya cantumkan dalam perencanaan tersebut juga terrealisasi. Rupanya, benar salah satu pendapat yang mengatakan, ketika kita mempunyai keinginan, maka seluruh semesta akan mewujudkan keinginan itu. Ya, alam menjawab keinginan kita!

Tapi, perlu digarisbawahi juga, ini semua bukan mengesampingkan takdir dan kehendak Allah. Saya percaya itu semua adalah sunnatullah, dan tentunya atas kehendak Allah. Ketika kita berkeinginan, secara otomatis kita akan mengirimkan pesan ke alam bawah sadar kita untuk berusaha mewujudkan keinginan itu. Bukankah itu sunnatullah? Ada sebab dan ada akibat.

So, tunggu apalagi? Jangan pernah takut bermimpi! Yuk, segera bikin daftar mimpi dan pencapaian-pencapaian yang ingin kita raih di tahun depan dan tahun-tahun setelahnya. Mempunyai mimpi yang berhasil kita wujudkan lebih membahagiakan dan menyenangkan daripada memilih ‘terhanyut’ dan mengikuti kemana nasib membawa kita. Bahkan, sebuah penelitian menyatakan orang yang memiliki mimpi lebih bahagia daripada orang yang tidak punya keinginan dan mimpi sama sekali.

Bikin daftar sekaligus waktu kapan keinginan itu kita wujudkan. Cari sebuah gambar yang bisa mewakili. Pajang di tempat yang bisa kita lihat setiap hari, dan percayalah mimpi kita akan terwujud—hanya jika kita berniat dan mau mewujudkannya.

Salam semangat!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s