Limbah Bawang yang Menawan

Mendulang rupiah dari limbah. Itulah yang dilakukan Maslikah dengan limbah bawang putih. Di bawah bendera UKM “Mawar Putih”, Maslikah menyulap batang dan kulit bawang putih menjadi bunga kering yang tak hanya menawan, namun juga mampu menambah pendapatan.

IMG_7540_Fotor

Secara sekilas, bunga kering yang dibuat ibu Maslikah tidak berbeda dengan bunga kering lain. Berwarna-warni dan apik dijadikan pajangan atau dipakai sebagai bros. Tapi siapa sangka ternyata bunga kering nan elok itu terbuat dari kulit dan batang bawang putih.

Saya bertemu ibu Maslikah saat Soft Launching Program Inklusi Keuangan di Kapas Krampung Plaza Surabaya, 30 Mei 2015. Kepada saya, dia menjelaskan langkah-langkah pembuatan bunga kering dari limbah bawang.

“Pertama dipilah dulu, kemudian batang sama kulit bawang dikeringkan sampai dua bulan. Jangan sampai kena matahari karena bisa sobek. Kalau batang, diiris kecil-kecil. Kalau kulit bawangnyam digunting dan dibentuk seperti kelopak bunga,” katanya.

IMG_7528_Fotor

Bersama sang suami, Syuaib Effendi, dalam sehari ia bisa membuat tiga lusin bunga kering dalam bentuk bros dan bunga dalam vas.

Bunga-bunga itu dijual dalam bentuk per lusin dan eceran. Harga yang dipatok juga ramah di kantong, mulai Rp 2500 hingga Rp 10 ribu per tangkai. Untuk merawat bunga kering limbah bawang ini, ibu Maslikah menyarankan memakai sikat gigi atau kuas kecil untuk menghilangkan debu.

Usaha bunga kering dengan nama UKM “Mawar Putih” ini bermula sekitar tahun 2010. Tetangga di sekitar rumah Maslikah banyak yang berjualan kacang goreng, kerupuk dan mie yang selalu menggunakan bawang putih. Ia pun merasa sayang dengan banyaknya kulit bawang putih yang terbuang. Kemudian ia memutar otak dan mencari cara memanfaatkan limbah bawang putih itu. Berbekal coba-coba, akhirnya limbah bawang putih itu ia kreasikan menjadi bunga kering.

Ibu Maslikah dan bunga kering produksinya
Ibu Maslikah dan bunga kering produksinya

“Awalnya saya cari sendiri, Tidak ikut pelatihan (membuat bunga kering dari limbah bawang),” ungkapnya.

Sebagai pengenalan, Maslikah mengikutkan bunga keringnya di perlombaan-perlombaan. Ia berhasil menang di lomba tingkat RW, kecamatan, hingga kota.

Pada tahun 2014, dia terpilih sebagai salah satu dari 14 Pahlawan Ekonomi Surabaya bidang kerajinan tangan.

Menjadi pahlawan ekonomi semakin menambah pengalaman Maslikah. Ia sering mengikuti berbagai pameran dan berkesempatan menimba ilmu secara langsung dari Chairul Tanjung. Salah satu pengusaha ternama di Indonesia yang juga Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden SBY itu setiap minggu sekali memberi pengarahan kepada para pahlawan ekonomi Surabaya.

Kini bunga kering produksi Maslikah telah berhasil masuk ke Carrefour, supermarket milik Chairul Tanjung. Di samping itu, produksi UKM Mawar Putih ini juga berhasil dipasarkan hingga Gorontalo, bahkan Korea.

“Bu Wali (Tri Rismaharini) bilang ke saya, tidak usah jahit perca lagi. Pakai ini (bunga limbah bawang) saja nanti bisa bagus,” ujarnya menceritakan saran dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Dia juga mengungkapkan rasa terimakasih atas dukungan yang diberikan pemerintah, termasuk Pemkot Surabaya. Selain memberikan motivasi dan pelatihan tiap minggu, pemerintah juga mendukung usahanya dengan memberi bantuan bedah rumah.

Cantik kan?
Cantik kan?

Dalam menjalankan usahanya ia tidak menemui kesulitan berarti dalam penyediaan bahan baku, kecuali dalam merekrut perajin yang telaten. Ke depan, pengusaha UKM yang sedang menunggu turunnya hak paten ini berharap usahanya akan lebih maju. Anda tertarik dengan bunga ini? Segera kontak bu Maslikah ya. 🙂

  • DATA USAHA:
    Nama Usaha : Mawar Putih
    Pemilik : Maslikah
    Alamat : Tanah Merah IV/6 Kenjeran Surabaya
    Tlp : 085100922242 – 085731654256

(ulviyatun ni’mah)

*tulisan ini telah dimuat dalam Majalah Puspa edisi 54, Juli 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s