Mang Engking, Bumbu Bakar Madunya Juara!

Siang-siang pas puasa begini enaknya ngomongin tempat makan. Siapa tau bisa jadi pilihan tempat buka puasa nanti. 😀

Oke, sekarang saya pengen cerita salah satu tempat makan kesukaan saya.

Sebenarnya tempat makan ini udah lama dan punya cabang di mana-mana, Jogja, Depok, Ungaran, banyak lah pokoknya. Cuma karena saya tinggalnya di Jawa Timur, jadinya saya datengin cabang yang ada di Jawa Timur, tepatnya di Pandaan. Buat yang penasaran sama sejarahnya GMME, cek sini ya..

Denger-denger dulu pernah buka cabang di Surabaya juga di daerah Citraland, tapi kata Google sih udah tutup sekarang.

Papan nama Mang Engking
Papan nama Mang Engking

Yap, ini dia.. Gubuk Makan Mang Engking! Biar gak panjang, selanjutnya saya tulis GMME aja ya.

 

Awal perkenalan saya dengan GMME ketika saya bersama orang kantor main-main ke Desa Durensewu, Kec. Pandaan, Kab. Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Hehe, lengkap bener.

Desa ini punya banyak potensi, mungkin kapan-kapan akan saya ceritakan.

Setelah ngobrol ngalor-ngidul ngetan-ngulon dengan Kepala Desa Durensewu, Pak Sugeng Santoso dan sudah lumayan capek melihat-lihat suasana desa, akhirnya kami pun diajak ke GMME ini.

GMME ini terletak di Dusun Bakalan, Desa Durensewu. Dari jalan raya, tempat ini tampak nylempit, kecil, dan biasa saja. Tapi begitu masuk, ternyata tersedia parkir luas, gubuk-gubuk makan yang dikelilingi kolam, dan terasa menyenangkan.

Gubuk-gubuk
Mang Engking; Gubuk-gubuk ini di tengahnya bolong, jadinya kita kayak duduk di kursi

 

 

 

 

 

 

 

Kami memilih duduk di tempat makan bagian depan, bukan di gubuk. GMME ini luas banget, di bagian depan ada kursi makan dengan meja panjang, cocok dibuat makan rame-rame. Agak masuk, ada gubuk-gubuk makan, terus ke dalam lagi ada gazebo. Masuk lagi ada juga tempat makan lesehan.

IMG_3961_Fotor
Suasana Gubuk Makan Mang Engking yang dikelilingi kolam ikan

Semua tempat ini dikelilingi kolam ikan yang luas banget.

Penampakan para ikan
Penampakan para ikan

Ada sampan juga di sini. Pengunjung boleh naik. Di belakang ada kolam yang luas juga, seingat saya di sini ada gethek atau rakit terus ada pegangan tali begitu kayak di nambangan Kali Brantas.

Haduh, maaf, banyak pake bahasa lokal 😀

 

Begitu kami duduk, Mbak Lily, salah satu pramusaji, mendatangi kami sambil membawa daftar menu. “Mari silakan, ada sistem paket, atau yang regular,” katanya dengan logat Sunda yang kental.

Melihat kami kebingungan, Pak Kades Sugeng mempromosikan menu andalan GMME, yakni gurami dan udang bumbu bakar madu.

“Semuanya dijamin mantap dan maknyus,” katanya.

Sambil dibantu Pak Kades Sugeng, akhirnya kami memilih menu ikan gurami bakar madu, udang goreng, ayam bakar, cah kangkung, tahu tempe plus sambal. Untuk minumnya, es cincau dan es kelapa muda dalam porsi gelas besar.

Sambil menunggu pesanan, Pak Kades cerita ke kami kalo lahan yang ditempati GMME ini adalah tanah bengkok desa.

(FYI, jika biasanya tanah bengkok hanya dijadikan lahan garapan seperti sawah atau ladang. Di desa ini, tanah bengkok lebih menghasilkan dengan cara disewakan kepada rumah makan kayak GMME ini. Ada juga tanah milik desa di sini yang dijadikan kolam renang atau pemandian)

Penyewanya orang Sunda, ya Mang Engking itu. Karena itulah menu-menu yang ditawarkan di sini khas Sunda. Bahkan, beberapa pegawainya juga didatangkan dari Sunda, termasuk Mbak Lily, pramusaji tadi.

Yang menarik, GMME ini menggunakan bahan-bahan dari kebun sendiri. Karena itulah di beberapa sudut rumah makan ini tampak tanaman markisa, kangkung, cincau, cabai, dan beberapa tanaman lain. Bahkan, masyarakat sekitar juga boleh minta kangkung atau daun cincau di sini.

IMG_3954_Fotor

Ikan dan udang juga dihasilkan dari hasil sendiri, karena itulah ikan dan udang di GMME saat dihidangkan masih fresh.

Pak Kades cerita, banyak koleganya (yang juga orang penting di Jatim) sangat menyukai menu-menu di GMME. Di samping bahan-bahannya yang segar, masakannya juga enak.

Dari Pak Kades Sugeng juga kami tahu kalau Mang Engking rutin membayar pajak. Konon, pajak yang dibayar tiap tahunnya mencapai berjuta-juta. (Waktu itu Pak Kades sempat menyebutkan nominal, tapi saya lupa apakah itu puluhan atau ratusan juta. Maafkan.)

Pak Kades bilang, mang Engkingnya jujur banget pas bayar pajak. Soalnya Mamangnya punya prinsip “Gak mau makan yang bukan haknya”. Saluut!

Dan beberapa saat kemudian pesanan kami pun datang. Pertama kali saya mencicipi es cincau. Eh, gak ding! Pertama kali makanan datang, kami foto-foto dulu. Hahahaha.

Cincau lah yau.. :D
Cincau lah yau.. 😀

 

 

 

Es cincau-nya saya suka. Gula merahnya gak bikin eneg, malah bikin esnya semakin nikmat. Cincaunya juga enak. Ada campuran mutiaranya juga loh.

 

Selanjutnya, ayam bakar kecap. Ayam ini sangat menggoda. Dari penampilannya, bumbunya tampak karamel sekali. Begitu saya comot,

Hm.., bener-bener lezat! Dagingnya gurih dan empuk, bumbunya enak. Saya suka! Saya suka!

Ayam bumbu bakar madu
Ayam bakar Mang Engking

100_4309_Fotor

Next, saya icip-icip gurami bakar madu. Yang ini juga rasanya juara! Daging ikannya fresh banget. Kadang kan ada yang agak amis gak enak gitu, kalo yang ini segar. Bumbunya juga enak.

nyam nyam nyam..!
Gurami bakar madu Mang Engking. nyam nyam nyam..!

Bener juga kata Pak Kades, bumbu bakar madunya memang juara! Sambalnya juga top! Hm..nikmat sekali pokoknya!

mak nyoos!
mak nyoos!

Selanjutnya, saya ambil udang goreng. Udangnya ini jenis udang galah. Udah dikuliti semua, tinggal kita mamam. Meski Cuma digoreng, tapi guyiiih banget! Enyaak…!

100_4304_Fotor
Udang galah Mang Engking. Digoreng garing, kriuk-kriuk dan guyiiih.. mancaap!
Yummi..! Sluurp!
Yummi..! Sluurp!

 

 

Nah, sekarang cah kangkung! Gara-gara sempat makan plecing kangkung khas Lombok, saya sekarang jadi kurang suka kangkung yang dimasak sampe layu. Tapi cah kangkungnya di sini tampak ijo dan segar, bukan mentah lho maksudnya. Menurut saya, ini masakan kangkung terenak kedua setelah masakan kangkung khas Lombok.

Ohya, tahu dan tempe di sini juga enaak sekali. Katanya tahunya ini tahu susu. Emang lembut banget sih tahunya.

Makan siang saya di GMME sangat memuaskan!

Setelah kunjungan pertama saya, saya udah ke sana lagi. Tapi saya pengen ke sana lagi dan lagi dan laaagiiii. 😀
Note: Ohya, selain GMME, di daerah Durensewu ini ada banyak tempat makan yang sepertinya juga enak-enak. Saya pengen besok-besok nyoba tempat makan itu satu-satu. 🙂

Beri kami rizki yang lancar, ya Allah.. aaamiiin. 🙂

Iklan

One thought on “Mang Engking, Bumbu Bakar Madunya Juara!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s