Bank Syariah untuk Indonesia Berkah

bank-syariah080724

Bank syari’ah menjadi bagian kehidupan saya sejak pertama kali kemunculannya. Sebagai seorang muslimah, sepertinya kalau bertransaksi dengan bank syari’ah itu rasanya damai dan tidak dibayang-bayangi riba, halal gitu, hehehe. Apalagi bagi saya yang waktu itu masih mengandalkan kiriman orangtua, ketentuan-ketentuan di bank syari’ah tidak memberatkan saya. Mulai potongan, pajak, dan lain sebagainya. In addition, pegawai bank syari’ah itu tampak santun dan teduh. I really like it! 😀

Namun, setelah bertahun-tahun menggunakan jasa bank syari’ah A, saya mulai gamang. Bank syari’ah yang saya gunakan sistemnya sering error, tentu saja hal ini membuat saya sangat tersiksa. Bayangkan saja, ketika uang tinggal beberapa rupiah dan saya meminta transferan orangtua, ternyata sistem error. Dan saya melongo. Nangis di pojokan.

Karena itulah ketika teman-teman ada yang mempromosikan bank syari’ah B yang bebas pajak bulanan dan potongan lain, saya mulai berpindah ke lain hati. Apalagi, biaya pembukaan rekeningnya terjangkau sekali. Okefix, saya pindah haluan. Saya meninggalkan bank A dan mulai menggunakan jasa bank B.

Bank B menawarkan banyak kemudahan, dan saya sangat menikmatinya. Beberapa kali sempat bermasalah, tapi tidak separah bank syari’ah A. Karena itulah, saya seringkali mempromosikan bank B kepada teman-teman saya. Dan berhasil! Promosi word of mouth saya sukses membuat beberapa teman menggunakan jasa bank B. Mungkin, jika ada penghargaan bagi nasabah yang berhasil mengajak nasabah baru, saya akan menerima penghargaan itu. Hahahaha, ngarep!

Semua berjalan baik sekali. Hingga pada suatu saat, bank B mengubah kebijakannya. Atas nama perbaikan layanan, bank B mulai mengubah ketentuan dalam transaksinya. Potongan yang dulu tak ada, kini ada. Sebenarnya agak kecewa sih. Tapi memang saya banyak mau, maunya murah dan tanpa potongan, tapi gak mau ada masalah. Hehehe.
Nah, sebagai pengguna jasa bank syari’ah sejak saya masih unyu sampai saya lebih unyu lagi, saya mau kasih masukan bagi perbankan atau keuangan syari’ah.

Berbagai macam Bank Syari'ah
Berbagai macam Bank Syari’ah

Pertama, yang namanya perbankan syari’ah, jadi akad-akad transaksi di dalamnya pun juga syari’ah. Ada wadiah, mudharabah, dan sebagainya, dan sebagainya. Akan tetapi, masih banyak orang yang meragukan ‘kesyari’ahan’ bank syari’ah. Mereka menganggap semua perbankan tidak akan bisa lepas dari riba dan hal haram lain.

“Sistemnya boleh syari’ah, tapi kalau ada yang pinjam buat usaha yang haram boleh pinjam gak? Kita ‘kan gak tau” Itu salah satu komentar pesimistis yang pernah saya dengar. Dan itu baru satu.

Ya! Diakui atau tidak, meskipun banyak orang yang percaya dan nyaman menggunakan bank syari’ah, tapi di sisi lain masih banyak juga orang yang tidak percaya.

Sebagai seorang awam, saya sering bertanya, mungkin gak ya kalau bank syari’ah menggunakan sistem yang ashli syari’ah? (Ashli-nya pakai huruf shad ya 🙂 ). Dan bank syari’ah menggunakan sistem pure syari’ah untuk menggaet nasabah. Jadi positioning bank syari’ah, gitu. Di iklan digaungkan, bahkan bisa jadi motto bank syari’ah juga. Tak hanya itu, calon nasabah juga harus dijelaskan skema-skema syari’ah yang murni syari’ah agar calon nasabah tidak ragu lagi.

Saya yakin, ketika sistem yang murni syari’ah diterapkan, perbankan syari’ah masih bisa mendapatkan keuntungan dan yang jelas, jauuuuuh dari riba dan hal haram lain. Otomatis perbankan syari’ah juga berkah dan nantinya bisa membangun Indonesia dengan berkah. Bukankah dalam hidup kita selalu mengharap keberkahan?

Kedua, sejujurnya hubungan saya dengan perbankan syari’ah hanya menyimpan dana, belum pernah meminjam atau menggadaikan. Namun, dari banyak pengusaha mikro atau UKM (Usaha Kecil Menengah) yang pernah saya ajak ngobrol, jika mereka membutuhkan suntikan dana, mereka masih mengandalkan perbankan konvensional karena bunga murah dan terjangkau bagi mereka.

Saya jadi bertanya-tanya, apakah para pengusaha UKM itu memang tidak mengetahui dan tidak pernah menggunakan jasa bank syari’ah? Ataukah memang bank syari’ah yang tidak mencoba mendekati mereka? Padahal, potensi UKM di Indonesia sangat besar. Saat krisis melanda, UKM paling tahan banting. Di provinsi saya saja, Jawa Timur, jumlah UKM lebih dari 6 juta orang dan menarik tenaga kerja lebih dari 11 juta orang. Dan yang paling menakjubkan, UKM mempunyai kontribusi yang tidak sedikit pada PDRB alias Produk Domestik Regional Bruto, yakni sekitar 54 persen. Lebih dari separuh! Itu data tahun 2014 lalu yang disampaikan Wakil Gubernur saya, Gus Ipul.

Seandainya, seandainya nih ya, perbankan syari’ah mampu menggaet para pengusaha UKM dengan tawaran pembiayaan yang murni syari’ah dan tentunya tidak memberatkan, pasti para pengusaha UKM itu akan jatuh hati. Terlebih, ini bayangan saya saja, mereka tidak hanya dibantu, tapi juga diberdayakan dengan pendampingan dan pelatihan. Semakin barokah pokoknya. 100 jempol deh saya berikan buat perbankan syari’ah! 😀

Terakhir, sebagai nasabah perbankan syari’ah saya selalu mengharapkan perbankan syari’ah tetap tumbuh dan berkembang dengan baik. Tapi.. kalau boleh saya minta, mbok ya jangan sedikit-sedikit dipotong. Mau ambil dipotong, mau transfer dipotong. Hem.. Apalagi, saldo saya di bank memang selalu sedikit. Kalo dipotong terus bisa-bisa tabungan saya habis untuk bayar potongan dong. *mewek

Okedeh, itu saja uneg-uneg saya pada perbankan syari’ah. Tetap semangat ya buat memajukan negeri! Bank Syariah untuk Indonesia Berkah. Salam syari’ah! 🙂

Ayo Nabung di Bank Syariah!
Ayo Nabung di Bank Syariah!
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s