Maindesign; Furnitur Bisa Bertutur (Bagian 1)

Prolog : Grand Final dan Pameran Pahlawan Ekonomi Surabaya tahun 2015 digelar pada Minggu, 23 Agustus 2015. Di event ini saya bertemu dengan banyak pengusaha UKM yang hebat. Beberapa di antaranya saya ceritakan dalam tulisan-tulisan saya. Selamat menikmati.

Di tangan Maindesign, furnitur bisa bercerita. Industri kreatif yang dimiliki Deddi Duto Hartanto ini tak hanya menawarkan kenyamanan dalam produk furnitur dan dekorasi rumahnya, melainkan juga menciptakan produk dengan desain unik sekaligus multifungsi. Sebut saja di antaranya kursi berbentuk kopi tumpah (spilled coffee) dan satu set meja dan kursi berbentuk telur rebus (egg-shaped chair).

Unik. Itulah kesan pertama kali yang tertangkap dari produk Maindesign. Desainnya yang menarik dan tidak pasaran membuat para pengunjung penasaran. Deddi, sang owner, mengakui keunikan produk Maindesign adalah positioning atau kesan yang diharapkan muncul di benak pelanggan.

“Jadi pertama kali orang lihat produk kami akan bilang, unik ya, lucu,” ujar Deddi saat ditemui dalam pameran Pahlawan Ekonomi Surabaya 2015 di Balai Kota Surabaya, 23 Agustus lalu.

Deddi, sang pemilik Maindesign
Deddi, sang pemilik Maindesign

Pemilihan nama Maindesign juga mempunyai arti mendalam. “Main (Bahasa Inggris) kalau di Bahasa Indonesia artinya ‘utama’, jadi desain menjadi yang utama. ‘Main’ juga bisa dipakai dalam Bahasa Indonesia, jadi kami mainnya di desain,” tutur Deddi menjelaskan arti di balik nama Maindesign.

Dirinya melihat saat ini banyak produk furnitur dan dekorasi yang menggunakan bahan alami. Namun, saat ini penggunaan bahan alami mengalami banyak kendala. Sebagai orang yang telah berkecimpung cukup lama di dunia kreatif, Deddi mencoba menciptakan hal baru. Dia lantas mencoba menciptakan konten baru, yakni dengan menggunakan bahan baku rotan sintetis. Rotan sintetis yang dia gunakan berasal dari bahan plastik yang aman, bebas bakteri, dan perawatannya mudah.

“Ini handmade (buatan tangan),” Deddi menjelaskan.

Salah satu produk Maindesign
Salah satu produk Maindesign

Tak ingin setengah-setengah, dosen jurusan Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain UK Petra ini membangun Maindesign secara total. Semua produk yang diciptakan memiliki tema dan konsep matang. Untuk itu ia mempunyai beberapa tim yang bertugas merancang ide, produksi, kontruksi, dan tim penganyam.

Sebelum membuat suatu produk, tim Maindesign melalui proses panjang. “Tim bertarung. Kami riset, bikin gambarnya, lalu dicoba bikin. Di sini kami berperang lagi tentang kekurangan produk. Jika sudah disetujui semua, baru diproduksi,” lanjutnya menceritakan proses pembuatan produk Maindesign.

Melihat hal itu, tak heran jika produk yang diciptakan bisa tampil unik, menarik, bahkan multifungsi. Misalnya, kursi berbentuk kopi tumpah, telur rebus, tempat majalah berbentuk singa, tempat ponsel berbentuk buah, kotak tisu berdesain kue spiku dan lapis Surabaya, tempat payung dan stick golf berbentuk kucing kembar (twins cat), dan keranjang baju kotor bertemakan save the bird (selamatkan burung).

“Kami buat furniture dari atas kayak bunga, bisa dibuat duduk santai, bisa juga dijadikan gerobak bayi, dan sebagainya. Fungsinya banyak,” katanya.

Kini, usaha yang berdiri pada setahun lalu ini telah mempunyai 20 jenis furnitur dengan harga mulai Rp 150 ribu hingga Rp 8 juta. Untuk menunjang pemasaran, Deddi membuat katalog dan beberapa peralatan marketing lain yang sangat profesional. Semua itu disiapkan untuk menyasar pangsa pasar internasional. [bersambung bag. 2]

(ulviyatun ni’mah)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s