Trik Aman agar Bibir Nyaman

Kakak adek, kurang minum
Muka jutek, kurang senyum

Kata orang, jika kita menunjukkan wajah ramah akan menularkan energi positif bagi orang lain. Secara pribadi, saya setuju dengan pendapat tersebut. Coba bayangkan ketika bertemu dengan orang yang minim senyum, tidak ramah, dan kurang bersahabat! Pasti emosi kita akan diuji dan tensi darah naik tinggi.

Sebaliknya, jika bertemu dengan orang yang murah senyum, bersahabat, dan menunjukkan wajah ramah, maka hati kita rasanya adem dan damai. Itulah yang saya sebut dengan energi positif.

Nah, masalahnya, tidak tahu kenapa, bagi sebagian orang wajah saya tampak mengerikan. Mengerikan di sini dalam artian menakutkan. Lhah, apa bedanya?. Jadi begini, beberapa orang mengatakan saya kurang senyum dan terlihat jutek, jadinya mereka takut mengajak saya bercanda.

Ironisnya, sebagian orang lain mengatakan sebaliknya. Mereka bilang saya murah senyum, atau dalam istilah Jawa sumeh.
Saya tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi. Ada dua kubu mengatakan saya jutek, kubu lain menganggap saya sumeh. Padahal, sejujurnya saya hanya ingin terlihat ramah dan cantik di hadapan semua orang. *kibas bulu mata

Setelah memikir, menimbang, dan merenung, akhirnya saya menyimpulkan, mungkin karena bibir saya yang cenderung kering dan pecah-pecah, wajah saya terlihat kurang senyum dan jutek. Bagaimana mau senyum kalau bibir ditarik sedikit saja bisa membikin bibir sobek dan berdarah?

Masalah bibir kering dan pecah-pecah ini sudah lama saya alami. Banyak hal yang telah saya lakukan untuk mengatasi hal ini. Mulai dari perawatan secara alami hingga menjajal berbagai produk perawatan bibir (lip care). Tapi, semuanya nihil. Apalagi tinggal di daerah Surabaya yang bersuhu lumayan panas dan banyak polusi, masalah satu ini tak kunjung mendapatkan solusi.

Sebelum bulan Ramadhan lalu waktu jalan-jalan di mall saya iseng melihat-lihat produk lip care. Perhatian saya tertuju pada sebuah lip care bernama Khalisa. Karena termasuk kurang update masalah produk kosmetik, saya pikir produk ini baru karena tidak pernah melihat iklannya di televisi.

Kemasannya menarik. Tidak terlalu besar dan simpel dibawa kemana-mana. Netto 2,2 gram. Variannya juga banyak. Made in Indonesia. (Ini penting! Apalagi di tengah situasi perekonomian yang kurang baik, akan lebih bijak jika memilih produk dalam negeri).

Dan yang paling bikin saya sreg adalah logo halal dari MUI. Maklum, banyak isu simpang siur terkait bahan kosmetik. Makanya, pas ada logo halal, saya sih langsung oke saja tanpa berpikir panjang kali lebar kali tinggi. 😀

Yang dilingkari adalah logo Halal dari MUI
Yang dilingkari adalah logo Halal dari MUI

Dari berbagai varian yang ada, saya memilih Pure Vanilla and Honey.

Sumber : https://web.facebook.comKhalisaIndonesia
Berbagai varian produk Khalisa. Sumber : https://web.facebook.com/KhalisaIndonesia

Waktu rajin perawatan dengan bahan alami, saya pakai madu untuk dioleskan ke bibir. Konon, madu bisa mengatasi bibir pecah-pecah dan membuat bibir tampak merah merona. Perawatan dengan bahan alami harus telaten dan tidak bisa sewaktu-waktu. Tentu saja hal ini menyulitkan saya yang dasarnya tidak telaten dan malas membawa madu kemana-mana. Kalau ada madu berbentuk stik lip balm, why not?

Khalisa saya! ;)
Khalisa saya! 😉

Waktu dipakai Khalisa cepat meresap dan ringan, jadi tidak terasa berat atau mengganjal. Bibir pun terasa lembab sehingga bisa menutupi bibir saya yang kering dan pecah-pecah, tapi tidak tampak terlalu glossy atau berminyak. Tak berwarna dan aromanya tidak terlalu wangi. Saya suka banget pokoknya!. Dengan Khalisa, masalah bibir kering dan pecah-pecah bisa diatasi dengan instan. Bibir nyaman, senyum tulus menawan. *ala bintang iklan 🙂

Karena kemasannya yang praktis dan manfaatnya yang sedemikian itu, saya selalu membawa Khalisa kemana-mana. Bukan hanya menjadi pengisi tempat make up, Khalisa juga menjadi penghuni dompet flashdisk saya. Wkwkwkwk.

Saking takutnya ketinggalan, Khalisa juga jadi penghuni dompet flashdisk saya :D
Saking takutnya ketinggalan, Khalisa juga jadi penghuni dompet flashdisk saya 😀

Selain nyaman dipakai sehari-hari, Khalisa ini teramat sangat saya rekomendasikan untuk dipakai saat puasa. Biasanya waktu berpuasa bibir pecah-pecah dan kering. Tentu saja ini membuat kita tidak nyaman. Kalau diri kita tidak nyaman, puasa ‘kan jadi taruhan. Pastinya sayang sekali! Tak hanya merekomendasikan lho, saya juga selalu mempraktekkan dan telah membuktikan.

Memakai Khalisa setiap hari dan setiap saat membuat saya tak perlu menghadapi masalah bibir kering dan pecah-pecah lagi. Tidak perlu pikir panjang untuk menarik bibir dan melempar senyum pada semua orang. Kalau Anda bertemu saya dan saya tidak tersenyum, mungkin karena saya sedang bokek saja. :p

12049132_723753137730499_5149617531947864997_n

(ulviyatun ni’mah)

Surabaya, 6 Oktober 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s