Elan Coklat ; Nikmati Coklat dengan Bentuk Unyu

Coklat menjadi makanan yang banyak disuka. Karena itulah bisnis coklat juga banyak dipilih orang untuk dilakoni. Nita, salah satunya. Dengan merek Elan Coklat, Nita menawarkan coklat dengan bentuk baru. Ada keripik singkong coklat, kurma isi mente berlumur coklat, hingga coklat warna-warni yang berbentuk lucu.

Jpeg
Coklat unyu Elan Coklat

Bagaimana rasanya keripik singkong yang gurih dipadukan dengan coklat? Jawabannya ada di salah satu produk Elan Coklat. Nita, sang pemilik, melumurkan coklat pada keripik singkong yang gurih dan renyah. Karena rasanya yang pas, banyak pelanggan yang menyukai produk ini.

“Keripik singkongnya renyah dan dipotong tipis. Jadinya kayak makan keripik coklat,” komentar Azizah, yang membeli keripik singkong coklat.

Mimi, salah seorang temannya menyahut, “Coklatnya enak. Tidak nyangkut di tenggorokan,” katanya.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni Rp 3.500 untuk coklat stik, Rp 35 ribu untuk keripik singkong coklat, Rp 25 ribu untuk kurma mente coklat, hingga Rp 300 ribu untuk parcel coklat.

Selain keripik singkong berlumur coklat, Elan Coklat juga mempunyai produk lain yang tidak kalah enak, yakni kurma isi mente berlumur coklat. Kurma yang disajikan berisi kacang mente yang dilumuri coklat. Rasa manis khas kurma berpadu dengan rasa gurihnya kacang mente yang dan legitnya coklat. Produk ini juga banyak menarik pelanggan, terlebih ketika menjelang Idul Fitri.Kurma mente lumur coklat ini juga menjadi cikal bakal terbentuknya Elan Coklat.

Awalnya, Nita yang mempunyai latar belakang sebagai ibu rumah tangga mempunyai keinginan untuk berwirausaha. Namun, ia belum mempunyai kepercayaan diri jika membuka warung. Bulan Ramadan tahun 2010, Nita bertamu di rumah ketua RT. Ia mengetahui istri ketua RT yang sedang membuat kurma isi mente yang dilumuri coklat.

Sejak saat itu, keinginannya semakin menggebu. Berbekal uang Rp 50 ribu yang dimilikinya, istri Agus Ilham ini membeli 0,5 kilogram kurma seharga Rp 10 ribu, kacang mente sebanyak Rp 15 ribu, dan seperempat kilogram coklat batang.

Bahan-bahan sudah tersedia, namun Nita belum mengetahui cara pembuatannya. Dia pun bertanya kepada ibu mertua cara mengolah mente dan coklat. Namun, di percobaan pertamanya ia gagal. Ibu dua anak ini pun membeli buku tentang mengolah coklat di toko buku. Dari buku tersebut, Nita mulai belajar dan mengasah kemampuannya mengolah coklat.

“Di lebaran tahun pertama habis 10 kilogram kurma. Senangnya setengah mati,” ungkap Nita. Di lebaran tahun kedua, pesanan meningkat drastis. Ia berhasil menjual sekitar 100 kilogram kurma coklat.

Usai lebaran di tahun kedua, sisa bahan yang ada dia buat menjadi kreasi coklat lainnya. Ia membuat coklat stik dan coklat yang dicetak. Nita pun memberanikan diri menitipkan produknya ke toko-toko dan sekolah. Meski sering ditolak, perempuan kelahiran Kerinci 44 tahun lalu ini tak patah semangat. Bahkan, kemudian dia berhasil masuk ke toko brownies Amanda.

Jpeg
Coklat stik Elan Coklat

Di toko brownies ini produk Elan Coklat laris manis diserbu pembeli. Setiap minggu Nita bisa mengantongi sekitar Rp 1 juta dari coklat yang dijual di sini. Dari berjualan di Amanda, Nita berhasil mempunyai seorang pegawai. Sayang, kerja sama ini harus terhenti karena perubahan kebijakan manajemen Amanda.

Berkembang Melalui Komunitas UKM

Sejak Oktober tahun 2014, Nita mulai bergabung di Pahlawan Ekonomi Surabaya. Dia berhasil menjadi satu dari enam UKM yang berhak mewakili Kecamatan Sukolilo melaju ke tingkat kota. Selain itu, Nita juga tergabung dalam UKM binaan PPK (Pusat Pelatihan Kewirausahaan) Sampoerna. Ia juga aktif dalam UKM Dinas Koperasi Kota Surabaya dan Provinsi Jatim, dan Disperindag Kota Surabaya. Saat ini, ia juga mulai menjadi trainer membuat coklat.

IMG_1333_Fotor
Syani Novita Saragih atau Nita, pemilik Elan Coklat

Sejak bergabung dengan komunitas UKM, Nita banyak mengikuti pameran dan pelatihan. Omset yang dia dapat pun meningkat hingga dua kali lipat. Usaha yang telah dilengkapi P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) sejak tahun 2012 itu kini menjual produknya di sembilan toko di kawasan Surabaya. Produk Elan Coklat juga telah dikirim hingga Papua. Untuk memenuhi permintaan para pelanggan, Nita dibantu dengan Yuli, asistennya. Terkadang Setyani Wulandari, anak keduanya, juga membantu menghias coklat.

Ke depan, Nita berencana menambah varian produknya dengan coklat bar. Ia sudah melakukan persiapan sejak dua tahun lalu, namun karena terkendala modal Nita masih kesulitan untuk mewujudkannya. Nita juga ingin mengembangkan usahanya lebih besar lagi dengan melakukan ekspor. Tetapi, lagi-lagi kesulitan modal menjadi kendala yang ia hadapi

Jika meminjam ke bank, ia terganjal dengan peraturan agunan. Untuk mengajukan pinjaman dana, Nita harus memberikan agunan berupa motor di atas tahun 2010 atau mobil di atas tahun 2000. Sedangkan motor yang dimilikinya produksi tahun 2005 dan mobilnya produksi tahun 1990. Nita yang bercita-cita mempunyai toko oleh-oleh ini pun berharap bantuan modal pemerintah berupa hibah atau pinjaman ringan. (ulviyatun ni’mah)

  • Biodata:
    Nama Usaha  : Elan Coklat & Cookies
    Pemilik           : Syani Novita Saragih
    Alamat            : Jl. Semolowaru 199 Surabaya
    Facebook        : syani novita saragih
    BBM                 : 53695982
    Whatsapp       : 081 859 3146
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s