Kembali ke Surabaya

Sekitar 2 jam usai acara, saya berangkat ke bandara. Nyampe di bandara jam 4 kurang, sedangkan jam check in masih jam 17 lebih. Saya harus mencari konter penukaran tiket terlebih dulu, kemudian menunggu di ruang tunggu.

Saya berjalan lumayan jauh dari konter penukaran tiket. Tidak seperti bandara Juanda yang arah-arahnya gampang ditemukan, di Soetta saya masih harus mencari-cari ruang tunggu. Setelah bertanya pada petugas Garuda Executive Lounge, saya baru dikasih tahu arah ruang tunggu.

Pengennya langsung check in, meski nunggu agak lama, setidaknya saya sudah check in duluan. Tapi ternyata pintu untuk penerbangan saya belum dibuka. Saya diperkenankan untuk menunggu di ruang tunggu luar.

Waktu menunggu di kursi tunggu, saya melihat penyanyi Tompi sedang berjalan sambil menyeret koper. Pengen ngajak foto, tapi saya gak mau dicap norak orang lain. Saya juga tidak siap menerima penolakan Tompi kalo saya ajak foto. Akhirnya saya Cuma diam meihat dia berjalan di samping saya. Hihihi.

Sudah melewati waktu check in, tapi pintu belum juga dibuka. Orang-orang yang mau ke Surabaya mulai antri. Banyak dari mereka yang baru pulang umrah. Saya pun mengambil barisan di belakang mereka. Hingga agak lama kemudian, akhirnya pintu dibuka.

Tiba giliran saya, saya menaruh semua bawaan untuk dipindai. Jika di Juanda saya tidak diminta melepas ikat pinggang, maka di sini saya harus mencopotnya. Di sini kita langsung menuju bus yang mengantar kita ke pesawat, jadi ruang tunggu Garuda di bagian dalam steril dari penumpang. Sebenernya ada banyak kursi juga sih, tapi gak tau kenapa kok penumpang gak dibolehin duduk di situ. Mungkin tadi udah full ya.

Di bus saya ketemu dengan pak Tifatul Sembiring (awalnya saya mengira beliau Pak Anis Matta). Mau minta foto? Saya takut ditolak dan takut dianggap norak. Hahaha. Hingga akhirnya saya Cuma mencuri-curi pandang (sih, curi pandang, haha) ke beliau untuk memastikan saya tidak salah mengenali orang.

Saya sudah tidak kaget dan bingung harus bagaimana saat pramugari mengangsurkan snack atau menawari minuman. Memakai headset dan menyalakan layar kecil di depan juga sudah bukan menjadi misteri yang harus saya pecahkan. Saya hanya mengulang dari apa yang saya lakukan kemarin. Namun, perjalanan kali ini agak mengkhawatirkan karena pesawat kami banyak melalui awan hingga sedikit ada guncangan. Saya yang sangat capek hanya tertidur sebentar saja. Kemudian saya sibuk berdoa minta keselamatan sama Allah. Hehehe.

Di awal mau terbang penumpang sudah dikasih tau kondisi cuaca yang berawan, sih. Tapi malam-malam begitu pesawat mengalami guncangan kecil membuat saya khawatir. Alhamdulillah kekahawatiran saya tidak terbukti. Sekitar 1 jam 3 menit kemudian, kami mendarat dengan selamat di Bandara Juanda.

Sesampainya di bandara saya menunggu Mbak Fifi yang menjemput. Selama waktu tunggu itu, ternyata hujan turun. Alhamdulillah tidak seberapa deras. Bahkan hanya sisa-sisa hujan saja saat saya dan mbak Fifi pulang.

Tapi hujan semakin deras ketika saya beli makan. Bahkan, di perjalanan usai mengantar mbak Fifi, tas cangklong saya yang baru saja diberikan Mbak Ida sebagai hadiah ultah saya jatuh di tempat sepi, lampu mati, dan hujan deras. Setelah sampai di kosan, baru saya tau ternyata besi-besi tas itu tergores aspal. Padahal saya suka sekali dengan tas itu, karena saya tidak yakin bisa membeli tas itu sendiri. Hiks!

Ya sudahlah! Lupakan hal itu! Dengan izin Allah, inshaAllah saya akan dapat ganti yang lebih baik lagi. Aaamiiin.

Okay.. sekian curhatan saya mulai dari berangkat ke Jakarta, hingga kembali ke Surabaya. Jika ada yang bermanfaat, silahkan diambil. Jika tidak ada yang bermanfaat, anggap angin lalu saja. :D.

Iklan

4 thoughts on “Kembali ke Surabaya”

  1. CERPEN PEREMPUAN OLEH PEREMPUAN; Now I Can Breath Again

    Puji tuhan, alhamdulillah.
    Akhirnya sampai juga pada tahap ini.

    Dimana saya selaku pengelola blog elpoesya.wordpress.com, akan membuka seluas-luasnya #hash-tagar untuk memulai visi yang sudah diniatkan di awal; sebuah blog yang memang dipersembahkan untuk paling tidak sosok Tuhan, Wanita dan Cinta.

    Perempuan, konon sosoknya masih sering dibungkam oleh keadaan, baik secara sosial, budaya, bahkan secara psikologis sering mengalami tekanan-tekanan yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Bahkan, di era informasi yang sudah seterbuka sekarang ini, sosok perempuan tak jarang masih kurang mendapatkan tempat yang layak dan semestinya.

    “Why would you dream if you could not live?” Tutur Lucy Pullin’s ft. Simone Patterson dalam sebuah track yang berjudul “Now I Can Breath Again.”

    Nah, tagar tersebut kami persembahkan untuk perempuan agar bisa bernafas lagi, dan lagi, dan lebih lagi berkali-kali, melalui sebuah cerita pendek.

    Tidak ada syarat apapun yang dikhususkan untuk ikut serta berpartisipasi dalam tagar tersebut kecuali, ia adalah seorang perempuan, yang hendak menulis sebuah kisah baik itu diangkat dari kisah nyata maupun memang merupakan sebuah rekaan. Tujuannya adalah, agar bisa mengungkapkan apa yang sekiranya perlu diungkapkan dan dibaca secara empatik oleh khalayak umum dari seorang perempuan.

    Terlebih, tagar ini pula mengundang bagi mereka yang merasa belum mempunyai tempat yang baik dalam konstelasi “kesusastraan-Indonesia” abad ini. Juga tidak menutup bagi meraka, kami mengundang dengan hormat bagi adik-adik penulis atau teman-teman yang bergender Shemale atau Andro, Femme, Butchie dsb. yang hendak ikut berbagi kisah dalam tag kami. Kita akan sama-sama berbagi di dalam ini.

    Adapun secara teknis, syarat pemuatan cerpen tersebut minimal ditulis sepanjang 9-15 halaman dengan format font Times New Roman (12; paper size letter).

    Terakhir yang hendak kami sampaikan adalah, bahwa kami percaya bahwa perempuan bisa punya tempat yang istimewa, seistimewa Tuhan. Jadi berkatalah, kirimkan getaran, dan selamat menulis!

    note:

    * Cerpen bisa dikirim melalui email shiinyane@gmail.com atau langsung disisipkan dalam inbox Shiny ane el’poesya

    *Silahkan share, dan undang seluar-luasnya

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s