Pengumuman yang Mendebarkan

Sejak ditelfon Astra, berangkat dari Surabaya sampai menjelang pengumuman, sejujurnya saya tidak tahu bakal menang atau tidak. Pasalnya, Mas Mula, yang menelfon saya hanya mengabarkan saya ‘JADI FINALIS’. Itu aja! Bahkan, ketika orang kantor menyuruh saya menanyakan masuk berapa besar, saya juga tidak mendapat jawaban.

“Nanti aja kalo hari H,” begitu jawaban Mas Mula.

Harapan menjadi pemenang juga hampir menguap saat saya baru dijemput di bandara. Mas Mula ngajak ngobrol, dan ada pernyataan, “Tapi ini belum pasti juara kok mbak, soalnya ini masih finalis,” katanya.

Waktu ngobrol di Dapur Solo, kali ini Pak Wisnu, yang berkata pada saya. “Ini kan masih finalis ya, Vi. Nanti diseleksi lagi, dan kamu masuk jadi pemenang, hadiahnya mau kamu apain?,” tanya Pak Wisnu. Pertanyaan yang semakin meyakinkan saya, bahwa saya belum pasti jadi pemenang.

Okelah, saya tidak akan mengejar jawaban itu lagi. Berangkat ke Jakarta, naik Garuda, menginap di hotel, dan menghadiri acara di kantor Astra sudah cukup buat saya. Setidaknya, saya bisa sejenak meninggalkan kesibukan kantor yang akhir-akhir ini teramat sangat membuat saya jenuh. Hehehe.

Setelah dijemput di hotel, saya diajak ke ruangan Corparate Communication di kantor Astra International Sunter. Saya dipersilakan makan dulu sembari menunggu wartawan lainnya datang. Karena di hotel belum makan, saya pun makan pagi di situ. Nasi pincuk daun pisang membuat nafsu makan semakin bertambah. 😀

Tak lama kemudian, satu per satu wartawan lainnya datang. Ada 6 wartawan yang datang. Kemungkinan saya masuk jadi pemenang jadi bertambah. Pemenang dipilih juara 1, 2, 3, juara harapan 1-3, jadi jumlahnya 6 orang. Pengumuman pemenang APA menjadi salah satu rangkaian acara pertemuan atasan Astra. Sebelum masuk ke ruangan, kami diajak berkeliling Museum Astra.

 

IMG-20160129-WA0008
Wefie di lobi Gedung AI Sunter. 🙂

Di museum ini, ada salah satu mbak yang menjaga museum dan menjelaskan kepada kami semua hal tentang Astra. Kami diterangkan mengenai sejarah perusahaan yang didirikan pada 59 tahun lalu ini, mengenai bidang garapannya, anak-cucu-cicit perusahaan yang mencapai 197 perusahaan, kami juga ditunjukkan motor Honda dan mobil Toyota angkatan pertama. Sayangnya saya tidak bawa kamera atau hape waktu itu, jadi saya tidak bisa menjembrengkan foto motor dan mobilnya.

IMG-20160129-WA0011
Di Depan Museum Astra

Ohya, museum ini terbuka untuk umum, lho. Kalo mau ada studi banding siswa ke sini juga oke. Tapi sebelumnya, diharapkan bikin surat dulu biar gampang nanti ngaturnya.
Nah, di tengah-tengah kami berkeliling, ternyata ada satu wartawan lagi yang datang. Jadi semuanya ada tujuh wartawan. Kemungkinan saya jadi pemenang kembali menurun. Hem..

Setelah berkeliling Museum Astra, kami diajak kembali dulu ke ruangan awal tadi. Menunggu beberapa menit, kemudian kami diajak naik ke ruangan pertemuan. Begitu naik, kami tidak langsung dipersilakan memasuki ruangan acara. Kami disuruh duduk dulu di ruangan sebelah. Saat berada di sini, ada sekitar 5 orang wartawan lagi yang datang. Saya sudah mulai tidak punya harapan lagi. Mungkin bener saya diundang ke sini Cuma sebagai undangan saja. Ya sudahlah!

Usai menunggu beberapa waktu, kami lantas diperkenankan memasuki ruangan acara. Tampak ada Menkes Nila F. Moeloek dan mantan Seskab, Andi Widjajanto. Mengapa mereka di sini? Saya tidak tahu alasannya.

Baru saja kami semua duduk, pembawa acara mengumumkan pemenang APA tahun 2015. Tampak ada tulisan saya di gambar slide yang ditayangkan. Harapan saya kembali muncul. Pembawa acara pun mengumumkan satu per satu pemenang.

“Juara harapan 3, Erik Purnama Putra.. dari Republika Online!” Bukan saya.

“Juara harapan 2, Adi Wicaksono.. dari Majalah Petrominer!” Bukan saya.

“Juara harapan 1, Muhammad Hafil… dari Republika!” Bukan saya lagi

“Juara ketiga, Ahmad Baidhowi.. dari Jawa Pos!” Bukan saya juga.

“Juara kedua, Ulviyatun Ni’mah dari Majalah Derap Desa!” Nah, itu saya! Yess! 😀

“Juara pertama, M. Akbar Wijaya dari Republika!”

Sebelum naik menerima anugerah, saya menyempatkan diri untuk mengabari ibuk di rumah, dan pimpinan di kantor.

IMG_5315_resize

Alhamdulillah, saya menjadi pemenang kedua dan berhak mendapatkan sebuah motor Honda PCX. Meski bukan yang pertama, tapi saya sangat bahagia. Ini event nasional, rival saya banyak yang jauh lebih senior daripada saya, dengan media mainstream yang lebih banyak dibaca orang. Saya bahagia, karena saya satu-satunya dari daerah, satu-satunya perempuan, dan sepertinaya paling muda dibanding yang lain. Alhamdulillah, ini bisa menambah portofolio saya, sebelum saya memutuskan gantung pena, mengakhiri karir di dunia wartawan akhir tahun nanti.

Kebahagiaan saya bertambah, karena tidak seperti lomba yang saya menangkan sebelumnya di tingkat Pemprov, saya mengikuti lomba kali ini atas inisiatif sendiri, tidak terlalu merepotkan banyak orang, karena sejatinya pimpinan saya tidak terlalu mengedit tulisan saya. Meskipun demikian, faktor pimpinan yang mengajari saya menulis dari dulu hingga sekarang juga sangat berperan. Namun, yang lebih penting dari itu semua adalah doa dari ibu. Saya percaya semua kemudahan dan semua anugerah Allah yang diberikan kepada saya bermula dari doa seorang ibu.

Jumat, 12 Februari 2016, alhamdulillah motor telah sampai dengan selamat di rumah orangtua saya, di Jember. Kelengkapan surat-surat motor masih diselesaikan MPM Motor Pusat sampai sekarang. Meski demikian, Ibuk dan Abah sering menggunakannya jika bepergian di sekitar rumah.

Alhamdulillah, meski mungkin bagi sebagian orang ini tidak istimewa, tapi saya sangat bahagia bisa mempersembahkan sebuah motor kepada kedua orangtua saya. Semoga bermanfaat dan barokah untuk kami semua. Aaamiiin. Semoga prestasi ini menjadi pembuka pintu rizki dan prestasi lainnya. Aaamiiin.

Semoga di tahun depan saya bisa mengikuti event serupa dan menang juara 1. Aaamiiin. 🙂

Update: Selasa 23 Februari 2016 lalu, pagi sekitar jam 7 kurang, saya mendapat telfon dari Astra Surabaya. Penelfon tersebut mengundang saya untuk datang dalam acara peringatan HUT Astra ke-59.

Saya datang ke sana, dan alhamdulillah diundang maju ke panggung untuk menerima kenang-kenangan berupa batik Keris. Batik yang sempat saya ingin beli saat saya di bandara tempo hari. Selain menerima kenang-kenangan, saya juga diberi kesempatan untuk sharing pengalaman dan tulisan saya mengenai kampung berseri Astra yang saya tulis.

Sejauh ini, berhubungan dengan Astra dan para karyawannya meninggalkan kesan yang sangat baik bagi saya. Para karyawannya sangat ramah, baik hati dan peduli. Saya menduga, salah satu kriteria karyawan Astra adalah rendah hati, ramah, dan baik. Hahaha.

Saya berharap, semoga di usianya yang ke-59 ini, Astra semakin berkembang menjadi perusahaan yang semakin baik, sukses, matang dan lebih banyak memberi kemanfaatan pada bangsa Indonesia. Aaamiiin. Bravo Astra!

Iklan

17 thoughts on “Pengumuman yang Mendebarkan”

      1. eh, hehehe..
        iya, berat bagi waktunya antara kerja di media sama stay di rumah. Mungkin saya pengen kerja yang gak perlu ninggain rumah aja mas.. mungkin udah gak jadi jurnalis, tapi inshaAllah tetep jadi penulis,, 🙂

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s