Paragraf Dua Belas

Paragraf sebelas

“Masih terlalu dini untuk menyimpulkan,” kataku pada Albert.

Kejadian ini sangat minim petunjuk. Tidak ada barang bukti tertinggal di TKP. Tak ada sidik jari dan tanda-tanda pengrusakan pada pintu atau jendela kamar hotel. Meskipun kondisi kamar itu sangat berantakan, namun tak ada  barang milik Suzanne yang hilang.

Satu-satunya petunjuk hanyalah kartu namaku bertuliskan 3-7-10. Pembunuhan yang sangat rapi dan pasti dilakukan seorang profesional. Aku mulai memaklumi kenapa tiba-tiba mereka menghubungkanku dengan kematian Suzanne.

Tapi terlalu dini untuk melibatkan Pierre, mantan mata-mata Perancis yang kini menjadi buronan di 10 negara karena dugaan keterlibatannya dengan pembunuhan para politisi. Terlalu beresiko jika dia menampakkan diri di Jerman.

“Maaf, Tuan Albert. Kami menemukan ini di tas korban,” kata seorang petugas sambil menyerahkan benda mirip kunci kepada Albert.

Aku tertegun melihat sebuah simbol yang tercetak di benda itu. Simbol yang sama seperti liontin kalung yang sering dipakai Suzanne.

Iklan

One thought on “Paragraf Dua Belas”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s