Tentang Buka Puasa Bersama

Assalamualaikum.. selamat siang..

Apa kabar puasanya? Semoga tetep lancar dan selalu mendapat keberkahan bulan Ramadan. Aaamiiin.

Jadi, kali ini saya mau cerita acara buka puasa bersama kemarin bareng anak kelas plus keluarga.

Semua ini berawal dari keinginan kami untuk buka bersama (buber), mengingat tahun depan kemungkinan kami udah lulus. Dibentuklah panitia pelaksana, dan saya termasuk yang mengkondisikan tempat.

Buka-Puasa-Bersama
Buber — via abiummi.com

Nyari tempat buat buka bareng ternyata gak semudah saat kuliah dulu. Dulu, temen kelas kalo mau buka bareng gampang, tinggal pesen nasi bungkus dan tentukan tempatnya. Kami sih biasanya di lapangan kampus. Di lapangan kampus ini emang biasanya jadi acara buka bareng temen-temen mahasiswa dari berbagai komunitas. Ada yang bareng temen kelas, temen kajian, temen organisasi, dan lain-lain. Tempatnya yang berdekatan dengan masjid kampus semakin memudahkan kami yang mau sholat maghrib sehabis buka.

Tapi itu sih dulu ya, saat prinsipnya makan dimana aja asal kumpul. Haha. Sekarang keadaan udah jauh berbeda. Usia saya dan temen-temen kelas yang sekarang udah matang dan tentunya, cara pandang kami juga berbeda. Untuk urusan buka bareng, kita perlu milih tempat yang nyaman, aman, dan tentunya murah.

Sebelum menentukan tempat buat buka, kami menentukan budget. Diputuskan lah akhirnya kami urunan Rp 30 ribu per orang. Kalau yang mau nambah bayar, monggo. Tapi jatuhnya jadi donasi, bukan bayar lebih dan dapat lebih.

Setelah menentukan biaya, kami tentukan tempatnya. Rumah member kami lumayan terpencar. Ada yang rumahnya di Sidoarjo kota hingga Surabaya barat dan Gresik. Kami sepakat memilih tempat makan di tengah-tengah. Dari sekian opsi yang ditawarkan, kami memilih rumah makan X. Pertimbangannya, lokasinya strategis; di tengah-tengah dan di jalan utama, tempatnya nyaman, makanannya udah terkenal enak dan legend, parkir luas, fasilitas lengkap, dan berdasarkan itung-itungan kami, harganya masih terjangkau bujet.

Saya pun kemudian membooking tempat di situ untuk 30 orang via telepon. Saya mengatakan akan datang keesokan harinya buat pesen menu dan kasih DP. Bersama dua panitia lain dan seorang member kelas yang pinter dalam hal pesen makanan, saya pun mendatangi resto tersebut.

Waktu mbak waitress-nya kasih buku menu, dia juga kasih kami selembar kertas berukuran separo kertas A4 dan selembar fotokopian menu untuk paketan. Betapa kagetnya kami ketika membaca tulisan di selembar kertas separo A4 tadi. Di situ tertulis syarat dan ketentuan reservasi di resto itu selama bulan Ramadan.

Di situ dijelaskan kalau makan makanan di situ harus Rp 55 ribu per pax, ada sesi 1 dan 2 jam buka puasa, waiter boleh mengambil alat makan ketika kita udah selesai makan, dan banyak lagi. Tidak ada paketan perpiring yang harganya hemat. Boleh pesan asalkan harus memenuhi Rp 55 ribu per orang. Mendengar penjelasan mbak-mbaknya kami pun mundur teratur. Mau dipaksain juga kami para panitia gak enak kalo harus minta iuran lagi. Akhirnya kami memilih tempat makan lain yang nggak jauh dari resto pertama.

Di resto ini, sebut saja resto Y, tempatnya emang lebih kecil, tapi makanannya enak. Parkirnya juga luas. Ada fasilitas mushola, kamar mandi, tempat duduk lesehan dan kursi. Lihat menu dan harganya kita oke. Akhirnya kita booking tempat plus pesen makanan, dan kasih DP sekalian.

Resep-menu-masakan-buka-puasa-masakan-lezat
Menu buka puasa — via masakanlezat.com

Acara kami pun terlaksana dengan sukses kemarin. Temen-temen pada seneng, para keluarga dan pasangan temen-temen kami juga pada berbaur. Makanannya banyak macemnya pula. Sampe-sampe nasi dan beberapa lauk gak habis. Intinya sampe situ kami baik-baik saja.

Mulai ada drama waktu pembayaran. Hehe. Ternyata oh ternyata, pihak resto Y memberikan kami kelebihan pesanan, dan bodohnya kami tidak menyadari. Waktu sebelum buka, salah satu temen udah ada yang nyuruh buat cek menu. Tapi sayangnya list pesanan dibawa temen yang belum dateng. Temen yang bawa list itu datang pas menjelang maghrib dan tidak sempat mengecek semuanya.

Berdasarkan uang iuran yang terkumpul memang tidak cukup. Beruntungnya ada beberapa temen yang membayar lebih, dan bendahara kelas mau bayar kekurangannya dengan uang kas kelas. Iyuuh banget ya.. Semoga kejadian tersebut tidak terulang. Mungkin itu sebagai tindakan jaga-jaga dari resto, kuatir kami kekurangan. Tapi sejujurnya, sebagai konsumen saya merasa kecewa dan enggan datang ke sana lagi. Tapi.. kami juga sih yang salah. Ah, sudahlah!

Jadi, buat temen-temen yang lagi cari tempat buka bareng, ini ada beberapa tips dari saya:

  1. Pastikan Tempat Buber Sesuai Dengan Bujet yang Disediakan

Ini gak hanya berlaku untuk Buber aja sih, buat makan biasa juga. Cuma emang, waktu Ramadan gini, beberapa tepat makan memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan keuntungan. Jadi, sebelum memutuskan tempat Buber, bener-bener ketahui tempat itu. Harga di hari biasa (di luar Ramadan) gak bisa jadi patokan. Contohnya resto yang pertama kali saya datangi.

  1. Pilih Tempat Buber yang Dilengkapi Tempat Sholat

Jalin silaturahim perlu, tapi sholat maghrib itu fardhu, harus dilakukan. Jangan sampai gara-gara keasikan Buber kita sampai kehilangan waktu maghrib. Kalau member Bubernya banyak, ada baiknya pilih tempat makan yang mushola atau masjidnya nyaman untuk banyak orang, jadi gak bikin kita ngantri sholat lama dan akhirnya kehabisan waktu maghrib.

  1. Booking Tempat Jauh-jauh Hari

Soalnya kalau pas Ramadan gini banyak banget orang yang Buber bareng keluarga atau komunitasnya. Jadi, pastikan Bubermu gak berantakan dengan booking tempat jauh-jauh hari. Jauh-jauh hari bukan berarti kayak pernikahan yang berbulan-bulan sebelumnya ya. Paling tidak H-3 Buber kamu udah memastikan untuk booking tempatnya, apalagi kalau tempat yang dipilih rame dan member Buber-mu banyak.

  1. Pastikan Menu yang Disajikan Sesuai Pesanan

Ini wajib β€˜ain ya. Jangan sampai kejadian kayak saya tadi terulang. Harus ada satu orang yang datang lebih awal untuk memastikan pesanan kita sesuai, gak kurang dan gak lebih.

Itu aja sih kayaknya tips Buber dari saya. Kalau yang mau nambahi, monggo. Semoga bermanfaat. πŸ™‚

======

PS : Buat mbak Ayumie, semoga lekas sehat ya.. Kangen nih, udah lama gak nongol di blog. πŸ™‚

Iklan

8 thoughts on “Tentang Buka Puasa Bersama”

    1. Ramadan gini banyak yg manfaatin momen buat ngambil keuntungan.. kalo konsumen sih pengennya mereka kasih diskon gede2an, itung2 amal di bulan Ramadan.. ya gak sih? πŸ˜πŸ˜‚

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s