Tips Kelola Keuangan Jelang Lebaran

Gara-gara komen-komenan sama mas Avant Garde tentang konsumerisme di Bulan Ramadan – lebaran, saya jadi inget pernah wawancara sama ibu Siti Musfiqoh M.EI, Ketua Prodi Ekonomi Syariah Fak. Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Ampel Surabaya tahun lalu. Momennya juga pas puasaan dan mau lebaran kayak gini. Jadi, worth it banget buat dibaca-baca.

Bu Musfiqoh
Ibu Siti Musfiqoh

Wawancara ini saya lakukan berdua bareng temen, mbak Nur Hayati. Dan transkrip ini ditulis temen saya. Blog dan Facebooknya bisa dikunjungi ya.

Check This Out!

Bulan puasa dan hari raya kerap menjadi momentum masyarakat untuk melakukan pengeluaran ekstra lebih sehingga lupa kontrol keuangan. Bagaimana Anda melihatnya?

Dari sisi ekonomi, hal pertama yang perlu dilihat adalah, bagaimana pola konsumsi masyarakat itu sendiri. Kalau yang dilakukan masih dalam batas kewajaran, maka itu tidak masalah. Batas kewajaran disini artinya pengeluaran yang tidak sampai mengurangi jatah prioritas kebutuhan lain. Dalam perspektif ekonomi syariah, kebutuhan itu bisa dilihat sebagai sebuah kegiatan ekonomi yang terdiri dari produksi, konsumsi, dan distribusi.

Produksi kaitannya dengan menginvestasikan sebagian penghasilan. Konsumsi, pemenuhan kebutuhan pokok. Sedangkan distribusi merupakan bagian dari infaq, shodaqoh, wakaf. Tiga pembagian ini akan berlaku sama, lama dan seterusnya. Entah itu di bulan puasa maupun di bulan-bulan lainnya.

Menurut Anda, seperti apakah tingkat kecenderungan konsumsi masyarakat, khususnya saat di bulan puasa maupun hari raya?

Memang, diakui atau tidak, masih banyak orang yang belum memahami arti konsumsi secara benar. Saya tidak bisa menyebutkan angka tapi itu bisa terbukti bahwa budaya konsumtif saat ini luar biasa. Ambil contoh ketika kita liburan, nomor satu yang dibeli pasti sesuatu yang berbau konsumtif, entah makanan, baju, suvenir dan lain-lain. Di mana tingkat kecenderungan membeli untuk dipakai sendiri jauh lebih banyak dibanding yang mungkin dibagikan pada orang lain.

Apa faktor yang mempengaruhi budaya konsumtif tersebut?

Ya, saya rasa karena faktor ketidaktahuan saja. Mindset yang dibangun adalah kapital murni, dimana kita terkadang menganggap bahwa yang kita miliki ini sepenuhnya milik kita. Kita cenderung lupa melihat bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara. Bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat.

Menurut Anda, perlukah kita melakukan pengelolaan keuangan? Seberapa pentingkah?

Mengelola keuangan itu bukan hanya perlu tapi penting. Salah satu tujuannya agar bisa meninggalkan generasi yang lebih baik dari kita yang sekarang ini. Firman Allah Surah Annisa ayat 9 mengatakan: “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Bagi saya, yang dimaksud lemah dalam ayat ini adalah lemah, baik ekonomi maupun agama. Lemah ekonomi mungkin masih bisa dicari, bagaimana jika lemah secara agama?. Karena itu penting sekali melakukan perencanaan, supaya kita juga bisa memastikan generasi kita adalah generasi yang kuat secara ekonomi maupun agama.

 

Adakah tips  bagi masyarakat dalam mengelola keuangan menjelang lebaran?

Pertama, jangan tergoda dengan sale.

Pastikan kita membeli sesuatu didasarkan pada by need (kebutuhan), bukan by want (karena keinginan). Kalau memang kebutuhannya baju baru, its oke! Beli baju untuk dipakai saat hari raya, tapi di bulan yang lain tidak perlu lagi membeli baju.

Kedua, kalau memang terpaksa harus beli lagi, maka baju yang lama harus dikeluarkan. Berikan kepada mereka yang membutuhkan. Ingat, ini harus dilakukan dengan konsisten.

Ketiga, kaitannya dengan pengelolaan keuangan, kita harus bisa mengatur keuangan kita dengan baik. Kita harus sadar, memahami diri kita sendiri, dan tahu dimana posisi kita. Bersikaplah sesuai dengan batas kemampuan. Kita harus selalu ingat bahwa di setiap bagian dari rejeki yang kita dapat, ada hak orang lain disana. Dan yang terakhir, yang tidak kalah penting, apa pun dan berapa pun yang kita miliki, kita harus proporsional dalam memaknai produksi, konsumsi dan distribusi.

Semoga bermanfaat..! 🙂

Iklan

10 thoughts on “Tips Kelola Keuangan Jelang Lebaran”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s