Pengalaman Gunakan Go-Jek

*Lagi-lagi nge-posting tulisan yang lama bersemayam di dalam draft. 😀

Udah setahun lebih berdiri, baru kali ini pake Go-Jek. Hahahaha. Maklum, saya termasuk orang yang gampang ikut tren. Saya make Go-Jek kali ini aja emang udah bener-bener kepepet. Semoga saja tulisan saya masih bisa dinikmati.

gojek-atribut

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 4 Januari 2016, temen dari luar kota dateng ke sini untuk laporan di kantornya dan pinjam motor saya. Karena tidak mungkin dia keluar kantor di tengah jam kerja. Maka, saya memilih untuk memakai jasa Go-Jek. Biasanya pas tidak ada motor seperti itu, saya cari tebengan temen yang jalannya searah ke tempat kerja. Tapi, temen saya yang biasanya ngebarengin saya itu udah meninggal. Hiks!

OKembali ke point. Sebelum order, saya harus mengunduh aplikasinya terlebih dulu. Pertama saya cari di Play Store, dan saya unduh. Entah karena masalah apa, saya harus berkali-kali install karena belum berhasil. Mungkin ada masalah di perangkat saya, akhir-akhir ini saya memang menemui kendala serupa saat memasang atau memperbarui aplikasi di gawai (gadget) saya.

Setelah sukses memasang aplikasi Go-Jek, saya membuka aplikasi tersebut. Di beranda kita akan dihadapkan pada pilihan Go-Send, Go-Ride, Go-Food dan beberapa pilihan lain. Karena saya memerlukan jasa ojek, saya pun memilih Go-Ride. Di situ kita harus mengisi lokasi kita berada dan lokasi tujuan kita. Ada informasi tambahan di situ biar kita bisa tambahkan nama dan nomer telpon kita, biar pengendara Go-Jeknya mudah hubungi kita.
Setelah mengisi alamat kos dan nomer telpon saya, saya meng-klik next. Ternyata saya harus daftar dulu. Saya harus mencantumkan nama, email, password, dan apa lagi saya lupa. Hehe.

Setelah itu kita harus menyentuh tombol submit biar pesanan kita diproses. Dari proses saya tekan submit sampe driver Go-Jek hubungi saya gak sampe 5 menit. Usut punya usut ternyata rumah driver yang jemput saya ada di gang sebelah. Makanya cepet. Saya pun diantar mas Gojek sampai kantor dan harus membayar Rp 15 ribu untuk jasa ini. Order Go-Jek pertama saya lancar tanpa hambatan berarti.

Order kedua saya terjadi tadi siang. Teman kantor saya meminta tolong pakai akun Go-Jek saya untuk mengirim sekotak kartu nama. Tadinya dia mau order sendiri, tapi tidak berhasil. Kemudian tadi malam dia mau pakai pengiriman JNE, tapi ternyata tidak menjamin hari ini sudah sampai di alamat tujuan. Akhirnya dia pun meminta tolong saya.

Untuk jasa pengiriman barang, saya pakai pilihan Go-Send. Langkah-langkah yang harus dilakukan sama kayak Go-Ride. Hanya saja, di order Go-Send ini saya harus mencantumkan barang apa yang hendak saya antarkan. Karena mau anter kartu nama, saya tulis aja ‘kartu nama’ di kolom item yang dikirim. Di order kedua ini saya juga tidak perlu mengisi nama dan alamat email lagi, karena saya sudah terdaftar. And.. done! Kita tinggal nunggu mas Go-Jek menghubungi kita aja.

Tak sampai 5 menit, ada sebuah miskol dari nomer tidak dikenal. Saya telpon saja, siapa tahu mas Gojek. Ternyata bener. Mas-nya bilang suruh nunggu kedatangannya. Selang beberapa menit mas Gojek udah datang dan siap mengirimkan paketan temen saya. Karena jaraknya yang lumayan jauh, sekitar 26 kilometer, di order ini saya harus membayar Rp 26 ribu.

Sekitar satu jam kemudian, saya tanya temen saya, apakah paketannya udah sampe di temennya? Katanya udah. Relatif cepet ya.

Okay, itulah pengalaman saya menggunakan Go-Jek. 🙂

Surabaya, 9 Januari 2015

Iklan

3 thoughts on “Pengalaman Gunakan Go-Jek”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s